Category: Blog

  • Berharap Hasil Padi Nganjuk Meningkat Kemendes Beri Bantuan Mesin Penggilingan Padi.

    Berharap Hasil Padi Nganjuk Meningkat Kemendes Beri Bantuan Mesin Penggilingan Padi.

    NGANJUK – Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu daerah penerima bantuan mesin penggilingan padi dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengembangan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia. Bantuan itu diberikan  kepada Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Mandiri Kecamatan Tanjunganom, kemarin.

    Dirjen PKP Kemendes PDTT Prof Dr Ahmad Erani Yustika berkesempatan melakukan seremonial serah-terima. Bantuan mesin penggilingan senilai Rp 1 miliar itu diharapkan berdampak kepada peningkatan hasil panen padi di Kabupaten Nganjuk.

    “Saatnya sumber daya ekonomi desa bisa dikelola sendiri. Banyak potensi yang tidak dikuasai desa. Dengan bantuan ini, diharapkan desa mengelola potensi pertaniannya sebaik mungkin. Sehingga, peningkatan panen akan berdampak pada kesejahteraan petani,” kataya pada pembukaan yang digelar di Dusun Bangbogo, Desa/Kecamatan Tanjunganom tersebut.

    KAPASITAS BESAR: Puluhan undangan menyaksikan langsung operasional perdana mesin penggilingan padi yang kapasitasnya bisa mencapai lima ton per jam. (Syahrul Andry – RadarKediri/JawaPos.com)

    Untuk diketahui, peresmian bantuan mesin penggilingan padi itu dihadiri oleh Plt Bupati Nganjuk Abdul Wachid Badrus. Dalam sambutannya, bupati yang akrab disapa Gus Wachid ini menyambut baik bantuan dari Kementerian Desa itu. “Masyarakat Nganjuk mayoritas petani. Tentu sangat bermanfaat, terutama bagi petani yang tergabung pada bumdesma ini,” ujarnya.

    Selain itu, lanjut Gus Wachid berharap para petani anggota bumdesma mandiri bisa memanfaatkan mesin penggilingan padi itu sebaik mungkin. Sebab, mesin itu satu-satunya yang ada di Kabupaten Nganjuk.

    “Silakan digunakan dengan baik. Semoga hasil panen akan bertambah dan dengan menggunakan mesin penggilingan ini semakin menaikkan nilai ekonomis padi maupun beras,” lanjutnya.

    Berbeda dengan mesin penggilingan lainnya, mesin bantuan dari Kemendes itu berukuran sangat besar. Kapasitas penggilingan padi tiap jam bisa mencapai lima ton.

    Sistem kerja mesin penggilingan juga sudah otomatis. Sehingga, setelah bulir padi dimasukkan, otomatis beras akan terpisah dari kulit. Kemudian, bulir padi yang utuh dan pecah kecil-kecil juga langsung terpisah.

     

    Sumber: https://radarkediri.jawapos.com/ekonomi/20/01/2018/berharap-hasil-padi-nganjuk-meningkat

  • Pemkab Nganjuk Terus Dorong Upaya Pengembangan BUMDes lewat Pemanfaatan Potensi Desa.

    Pemkab Nganjuk Terus Dorong Upaya Pengembangan BUMDes lewat Pemanfaatan Potensi Desa.

    SURYA.CO.ID | NGANJUK – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk berupaya mendorong pengembangan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam memanfaatkan potensi Desa.

    Hal itu bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa, dan meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa.

    Kepala Dinas PMD Kabupaten Nganjuk, Hari Jatimiko mengatakan, upaya yang dilakukan Dinas PMD untuk kepentingan tersebut dengan mengadakan kegiatan Training of Trainers (ToT) BUMDes Development Service.

    Kegiatan tersebut merupakan salah satu fasilitas yang diberikan Pemkab Nganjuk dalam rangka upaya pengembangan BUMDes.
    .
    “Setidaknya ada dua titik berat materi ToT, yakni menyelesaikan masalah yg ada di desa dan  upaya memanfaatkan potensi yang ada di desa,” kata Haris Jatmiko, kemarin.

    Menurut Haris Jatmiko, usai kegiatan ToT tersebut diharapkan ada tindak lanjutnya. Terutama dari pendamping desa di 20 kecamatan di seluruh Kabupaten Nganjuk dalam  menyalurkan pengetahuan kepada Pendamping Lokal Desa.

    “Kami optimis, jika dikelola dengan tepat maka BUMDes akan memberi manfaat besar bagi desa yang luar biasa. Untuk itu, mari terus belajar demi berkembangnya BUMDes di Kabupaten Nganjuk,” ucap Haris Jatmiko.

    Sementara Praktisi BUMDes Kabupaten Nganjuk, Supriyadi menjelaskan, ada beberapa peralatan dan dukungan untuk membangun BUMDes.

    Yakni BUMDes Model Canvas sebagai peralatan untuk merencanakan dan mengevaluasi BUMDes, BSC BUMDes sebagai alat untuk mengukur kinerja BUMDes.

    Disamping itu, juga diperlukan Sistem Informasi Akuntansi BUMDes sebagai aplikasi tata kelola keuangan BUMDesa berbasis Cloud ERP atau online yang terintegasi.

    “Mulai dari BUMDes, Pemdes, Kecamatan dan Dinas PMD setidaknya memiliki peralatan tersebut. Dan Desa yang membutuhkan aplikasi akuntansi selayaknya dengan mudah disediakan dengan cepat dan disertai panduan,” kata Supriyadi.

    Dan yang tidak kalah penting, tambah Supriyadi, yakni pendamping desa yang selalu mendukung dan memberi layanan pembelajaran serta konsultasi ke desa maupun BUMDes.

    “Tentunya sistem, alat dan SDM pendukung adalah formula Dinas PMD Kabupaten Nganjuk dalam melayani bertumbuh kembangnya BUMDes,” tutur Supriyadi.

    Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Pemkab Nganjuk Terus Dorong Upaya Pengembangan BUMDes lewat Pemanfaatan Potensi Desa, https://surabaya.tribunnews.com/2021/04/02/pemkab-nganjuk-terus-dorong-upaya-pengembangan-bumdes-lewat-pemanfaatan-potensi-desa.
    Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin